Pengantar Interaksi Manusia dan Komputer

Pengantar Interaksi Manusia dan Komputer - Manusia merupakan sumber daya terpenting dalam membangun sistem. Manusia juga harus menjadi unsur yang diperhatikan dalam membangun sebuah sistem karena merekalah yang nantinya akan menggunakan sistem yang dibangun tersebut. 

Kelas Informatika - Urgensi Interaksi Manusia dan Komputer

Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) adalah salah satu cabang pengetahuan penting dalam informatika. Secara spesifik interaksi manusia dan komputer memiliki beberapa tujuan, diantaranya :
  • Dapat memahami dan menerapkan konsep desain sistem interaksi
  • Dapat membuat model dari desain sistem interaksi
  • Mampu membuat notasi dan dialog dari desain sistem interaksi
  • Mampu membuat analisis pada sistem interaksi
  • Dapat memahami dan menerapkan pembuatan evaluasi pada sistem interaksi
  • Mampu membuat dokumentasi pada sistem interaksi

Jika dicermati, terdapat beberapa hal yang membuat anda menyadari betapa pentingnya interaksi manusia dan komputer dalam kehidupan sehari-hari. Seperti tombol pilihan untuk menyimpan (save) dan menghapus (delete) pada menu di suatu aplikasi yang ada di komputer atau laptop. Bayangkan saja kalau salah menerapkan kedua pilihan tombol tersebut, maka ia bisa menyebabkan kehilangan beberapa jam kerja dan menjadi bencana bagi diri anda. Meskipun sebisa mungkin komputer dibuat user friendly, familiar pada pengguna (user) dan nyaman digunakan (easy to use) namun kesalahan-kesalahan masih saja terjadi.

Dari sini didapat peralatan-peralatan hingga sistem harus didesain dengan memperhatikan dan menghargai pekerjaan yang dilakukan sehari-hari. Membuat desain sistem yang konsisten dan handal memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, karena sebagian besar perilaku pengguna yang seringkali ceroboh. Tak sekedar menampilkan “wajah yang cantik” dalam tampilannya, membangun antarmuka sistem juga harus mendukung tugas-tugas yang benar-benar diinginkan orang untuk dikerjakan dan memaafkan kesalahan akibat kecerobohan. Beberapa hal tersebut menunjukkan perlunya untuk mempertimbangkan bagaimana interaksi manusia dan komputer diterapkan dalam proses desain.

Pendesainan sistem tidaklah sederhana dan tidak sekedar merupakan bagian dari teknik pemasaran, namun ia juga dapat meningkatkan perilaku dalam perspektif hukum. Di Amerika misalnya, standar badan kesehatan dan keselamatan nasionalnya mewajibkan produsen untuk menyediakan lingkungan pekerjaan dengan sistem komputer yang tak sekedar aman, tapi juga berguna. Contohnya adalah EC Directive 90/270/EEC, yang diterapkan dalam peraturan negara-negara bagian yang mewajibkan produsen untuk memastikan bahwa hal-hal pendesainan, pemilihan, pembuatan atau pengubahan perangkat lunak tidak boleh mengabaikan para konsumen atau penggunanya.

Interaksi manusia dan komputer sebenarnya sudah mulai ada sejak perang dunia kedua. Pada masa itu interaksi manusia dan komputer menghasilkan lebih banyak sistem senjata yang lebih efektif. Hasil tersebut berdasarkan penilaian asosiasi riset ergonomi di Amerika pada tahun 1949. Asosiasi riset ergonomi berkonsentrasi pada karakteristik fisik dari sistem dan mesin serta bagaimana hal-hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja pengguna.

Interaksi manusia dan komputer adalah subjek pengetahuan yang multi-disiplin. Pendesainan suatu sistem yang interaktif melibatkan berbagai aspek ilmu pengetahuan. Ilmu psikologi dan kognitif yang memperhitungkan mengenai persepsi pengguna, kognitif dan keterampilan penyelesaian masalah. Ergonomi, maksudnya adalah pertimbangan terhadap kemampuan fisik pengguna. Sosiologi berkontribusi dalam hal konteks dari interaksi pengguna. Ilmu dan rekayasa teknik komputer memperhitungkan tentang kemampuan untuk membangun teknologi yang dibutuhkan. Desain grafis berbicara tentang presentasi antarmuka yang efektif dan menarik. Dan masih banyak lagi kontribusi ilmu-ilmu lainnya terhadap pengetahuan interaksi manusia dan komputer.

Dalam interaksi manusia dan komputer tidak ada teori umum dan terpadu yang mengatur. Ilmu tersebut berevolusi dan berkembang sendirinya sesuai kebutuhan zaman. Evolusi dan perkembangan pengetahuan interaksi manusia dan komputer inilah yang menghasilkan motivasi dan inovasi pengembangan sistem yang lebih menarik.

Terdapat 3 parameter yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan implementasi pengetahuan interaksi manusia dan komputer. Pertama adalah berguna (useful), dapat menyelesaikan apa yang dibutuhkan. Seperti halnya memainkan musik, memasak makanan, memodifikasi file, dan lain sebagainya. Kedua adalah dapat digunakan (usable), maksudnya dapat dikerjakan dengan mudah dan alamiah tanpa adanya bahaya kesalahan. Ketiga adalah digunakan (used), maksudnya dapat membuat orang lain menggunakannya, menarik, perlu untuk digunakan, menyenangkan, dan lain-lain.

Interaksi manusia dan komputer membutuhkan keterampilan dan juga ilmu pengetahuan untuk mencapai keberhasilannya. Sebab jika penerapan interaksi manusia dan komputer tidak berhasil diterapkan dengan baik, maka fungsionalitasnya akan menjadi tidak jelas. Namun apabila ia didesain dengan baik dan memenuhi kaidah keilmuan, ia akan menjadikan fungsionalitas sistem yang mendukung pekerjaan pengguna.

Atas dasar itulah interaksi manusia dan komputer  menjadi salah satu pengetahuan yang patut diperhitungkan. Interaksi manusia dan komputer sangat penting untuk diintegrasikan pada setiap perkuliahan teknik informatika, ilmu komputer, rekayasa perangkat lunak, atau jurusan yang serumpun. Interaksi manusia dan komputer haruslah menjadi bahan pertimbangan apabila kebutuhan akan kompleksitas penambahan dalam sistem harus disesuaikan dengan penambahan kejelasan dan kegunaan dalam antarmuka yang digunakan.

Belum ada Komentar untuk "Pengantar Interaksi Manusia dan Komputer"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel